8 Cara Mengetahui Tingkat Keparahan Rambut Rontok
Kenali tanda-tanda kerontokan rambut yang tidak normal untuk penanganan yang tepat. Pelajari delapan metode untuk mengidentifikasi tingkat keparahan kerontokan, serta penyebab dan solusi yang bisa kamu lakukan.
8 metode sederhana dapat membantu seseorang mengidentifikasi seberapa parah kerontokan rambut yang dialami.
Rambut rontok merupakan kondisi umum yang banyak orang alami, dengan kehilangan normal sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan alami.
Kerontokan rambut yang berlebihan bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius, seperti penipisan rambut atau kebotakan.
Kondisi ini dapat bersifat sementara maupun permanen, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda kerontokan rambut yang tidak normal agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.
1. Perhatikan Jumlah Rambut Rontok Harian
Seseorang dapat menghitung perkiraan jumlah helai rambut yang rontok setiap hari, terutama saat keramas, menyisir, atau melihatnya di bantal.
Jika jumlah rambut yang rontok melebihi 100 helai per hari, atau sekitar satu genggam rambut, ini bisa menjadi indikasi kerontokan rambut yang parah.
2. Lakukan Tes Tarik Rambut (Hair Pull Test)
Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah dengan menggenggam sekitar 40-60 helai rambut secara perlahan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.
Tarik lembut ke atas atau menjauhi kulit kepala, lalu ulangi di empat area kepala yaitu depan, belakang, samping kiri, dan samping kanan.
Jika lebih dari 8-10 helai rambut terlepas, atau lebih dari 10% dari yang ditarik, ini menunjukkan kerontokan yang berlebihan, meskipun hasil tes ini bisa dipengaruhi oleh stres atau produk rambut yang baru digunakan.
3. Amati Penipisan Rambut di Puncak Kepala atau Belahan Rambut
Penting untuk memperhatikan apakah ada penipisan rambut yang jelas di area ubun-ubun atau puncak kepala.
Pada wanita, kondisi ini seringkali terlihat dari belahan rambut di tengah yang semakin melebar, menandakan kulit kepala mulai terlihat jelas.
4. Rambut Menjadi Mudah Patah atau Putus
Rambut yang rontok karena masalah kesehatan seringkali juga menjadi rapuh dan mudah patah atau putus, bahkan saat ditarik dengan lembut.
Rambut akan terasa lebih lemah dan tidak elastis, serta mudah patah saat disisir atau disentuh.
5. Munculnya Pitak atau Area Kebotakan
Kerontokan rambut yang parah dapat menyebabkan munculnya area botak berbentuk tambalan atau pitak di kulit kepala.
Selain itu, penipisan rambut yang merata di seluruh kepala juga bisa terjadi hingga terlihat botak secara signifikan.
6. Perubahan Volume Rambut Saat Dikuncir
Bagi kamu yang memiliki rambut sedang atau panjang, coba kuncir rambut kamu.
Jika kunciran terasa tidak sebanyak biasanya atau lebih tipis, ini bisa menjadi tanda volume rambut berkurang akibat kerontokan yang terjadi.
7. Banyak Rambut Rontok di Bantal atau Sisir
Normal jika ada beberapa helai rambut di bantal atau sisir, namun jika jumlahnya banyak hingga memenuhi sisir atau terlihat banyak helai rambut di bantal saat bangun tidur, ini bisa menjadi tanda kerontokan berlebihan.
8. Gunakan Skala Kerontokan Rambut
Skala ini digunakan oleh profesional medis untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan kerontokan rambut.
Skala Norwood untuk pria mengklasifikasikan kebotakan pola pria menjadi tujuh tahap, sementara Skala Ludwig untuk wanita mengklasifikasikan kebotakan pola wanita menjadi tiga tahap berdasarkan tingkat penipisan difus di mahkota dan bagian tengah kulit kepala.
Penyebab Rambut Rontok
Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor genetik atau keturunan, yang sering disebut alopecia androgenetik dan terjadi seiring bertambahnya usia.
Perubahan hormonal juga berperan, seperti saat kehamilan, melahirkan, menopause, atau gangguan tiroid.
Beberapa kondisi medis seperti diabetes, lupus, alopecia areata, infeksi kulit kepala, atau dermatitis seboroik juga dapat memicu kerontokan.
Stres fisik atau emosional yang parah, kekurangan nutrisi seperti zat besi, zinc, dan protein, serta efek samping dari obat-obatan tertentu juga menjadi penyebab umum.
Selain itu, gaya rambut yang terlalu ketat atau penggunaan alat panas berlebihan juga dapat merusak rambut.
Solusi Mengatasi Rambut Rontok
Ada beberapa pendekatan untuk mengatasi kerontokan rambut, mulai dari perawatan medis seperti penggunaan obat oles kulit kepala seperti minoxidil, obat minum seperti finasteride, hingga sampo khusus rambut rontok.
Untuk kasus kebotakan parah, cangkok atau transplantasi rambut dapat menjadi pilihan.
Perawatan alami dan rumahan juga bisa dicoba, seperti menggunakan lidah buaya, minyak zaitun, santan, yogurt, bawang merah atau putih, madu, alpukat, teh hijau, hingga akar licorice.
Selain itu, perubahan gaya hidup yang sehat penting, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengelola stres, tidak terlalu sering keramas, menghindari gaya rambut yang menarik rambut terlalu kencang, serta menggunakan produk perawatan rambut bebas sulfat.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat penting untuk mengatasi masalah kerontokan rambut.
Jika kamu mencurigai kerontokan rambut berlebihan atau disertai gejala lain seperti pitak, gatal parah, atau kulit kepala bersisik, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai.
Pastikan untuk selalu memeriksa informasi terkini sebelum mengambil keputusan terkait perawatan rambut.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, dove.com, halodoc.com, wavahusada.com, detik.com, themensclinic.co.id, kompas.com, alomedika.com.
