6 Jenis Rambut Bercabang yang Perlu Kamu Pahami
Rambut bercabang merupakan tanda kerusakan rambut yang umum. Mengenali jenisnya penting untuk penanganan tepat, mencegah kerusakannya makin parah.
6 jenis rambut bercabang, atau secara medis dikenal sebagai trichoptilosis atau schizotrichia, merupakan kondisi umum kerusakan rambut yang perlu kamu pahami. Kondisi ini ditandai dengan ujung helai rambut yang terbelah menjadi dua atau lebih, sering tampak kering, rapuh, dan berjumbai menyerupai ujung tali yang terurai. Memahami karakteristik setiap jenis kerusakan dapat membantu kamu menentukan langkah perawatan yang paling efektif untuk menjaga kesehatan rambut.
Rambut bercabang menjadi indikator bahwa rambut sedang tidak sehat atau mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, terutama bagi orang yang memiliki rambut panjang atau sering melakukan styling serta perawatan kimia yang berulang.
1. Classic Split Ends
Classic split ends adalah jenis rambut bercabang yang paling umum dan mudah dikenali, di mana ujung rambut terbelah menjadi dua bagian, membentuk huruf "Y" atau menyerupai ekor ikan.
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh rambut yang sudah terlalu lama tidak dipotong, gesekan berulang saat penataan, atau menyisir rambut secara berlebihan.
Kondisi ini juga bisa menandakan kurangnya nutrisi penting pada rambut.
2. Partial Split
Mirip dengan classic split ends tetapi dalam skala yang lebih kecil, partial split terjadi ketika helai rambut melemah pada titik tertentu namun belum sepenuhnya terbelah. Kadang-kadang, kerusakan ini membentuk lubang kecil seperti lubang jarum pada batang rambut. Kondisi ini sering terjadi pada rambut kering dan dapat dipulihkan atau dicegah sebelum kerusakan semakin parah jika ditangani dengan tepat.
3. Tree Split
Tree split atau ujung terbelah menyerupai pohon adalah jenis kerusakan parah di mana untaian rambut terbelah menjadi beberapa cabang kecil, menyerupai dahan pohon atau bulu-bulu yang pendek.
Kerusakan ini menunjukkan bahwa kutikula rambut benar-benar tidak bisa menyatu lagi. Rambut dengan kondisi ini membutuhkan penanganan dan perawatan intensif untuk mengembalikan kesehatannya.
4. Single Strand Knots
Single strand knots atau cabang berbentuk simpul lebih sering terjadi pada jenis rambut keriting alami.
Jenis kerusakan ini ditandai dengan adanya helai rambut yang melengkung ke belakang dan menciptakan simpul-simpul kecil pada batang rambut.
Simpul-simpul ini menyebabkan rambut mudah kusut dan lebih rentan terhadap kerusakan saat disisir.
5. Fork Split
Fork split adalah jenis rambut bercabang yang menyerupai garpu, dengan tiga cabang menonjol dari satu helai rambut.
Tipe kerusakan ini biasanya merupakan indikasi bahwa rambut kekurangan hidrasi atau kelembapan yang cukup. Kekurangan kelembapan membuat rambut menjadi rapuh dan rentan terbelah.
6. Taper Split Ends
Taper split ends atau cabang lilin adalah kondisi di mana ujung rambut tidak sepenuhnya terbelah, tetapi terlihat mengerucut atau semakin menipis di ujungnya. Kondisi ini menandakan bahwa struktur rambut mengalami pelemahan secara perlahan akibat kekurangan nutrisi atau terlalu sering terkena paparan panas dari alat styling. Jika dibiarkan, rambut akan menjadi semakin rapuh dan mudah patah.
Penyebab Rambut Bercabang
Berbagai faktor dapat memicu munculnya rambut bercabang, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga perawatan kimiawi. Penggunaan alat styling panas berlebihan, seperti hair dryer dan catokan, dapat membuat rambut kehilangan kelembapan dan menjadi rapuh. Proses kimiawi berulang seperti pewarnaan atau pelurusan rambut juga merusak kutikula, membuat batang rambut mudah patah dan bercabang.
Paparan cuaca ekstrem dan sinar matahari langsung dalam waktu lama juga berkontribusi pada kerusakan struktur protein rambut.
Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dan cara menyisir yang salah, terutama saat rambut basah, dapat menyebabkan gesekan dan kerusakan helai rambut.
Frekuensi keramas yang tidak tepat, baik terlalu sering maupun jarang, serta penggunaan produk rambut berbahan keras seperti sampo bersulfat, juga bisa menghilangkan minyak alami pelindung rambut.
Faktor internal seperti kekurangan nutrisi penting, misalnya zinc, dan diet yang tidak teratur juga memengaruhi kesehatan rambut.
Rambut yang terlalu panjang cenderung lebih rentan bercabang karena ujungnya adalah bagian tertua dan paling rapuh. Kebiasaan membelah ujung rambut secara fisik juga memperparah kerusakan.
Solusi Mengatasi dan Mencegah Rambut Bercabang
Satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan rambut bercabang yang sudah ada adalah dengan menggunting ujung rambut secara rutin.
Disarankan untuk memotong ujung rambut setiap 6, 8 minggu sekali guna menjaga kesehatan dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Selain itu, batasi frekuensi keramas agar minyak alami rambut tetap terjaga dan selalu aplikasikan kondisioner dengan benar, fokus pada batang hingga ujung rambut, lalu bilas dengan air dingin.
Kurangi penggunaan alat styling panas; jika harus menggunakannya, selalu pakai pelindung panas (heat protectant). Lakukan perawatan masker rambut alami secara rutin setidaknya seminggu sekali untuk melembapkan dan menutrisi rambut secara mendalam. Keringkan rambut dengan lembut menggunakan handuk microfiber dengan menepuk-nepuk, hindari menggosok kasar.
Berhati-hati saat menyisir rambut, terutama saat basah, dan gunakan sisir bergigi jarang untuk menghindari kerusakan.
Batasi perawatan kimia yang keras dan lindungi rambut dari paparan sinar UV dengan topi atau payung saat di luar ruangan.
Penuhi kebutuhan nutrisi rambut dari dalam dengan asupan zinc serta diet seimbang.
Terakhir, gunakan produk perawatan rambut yang bebas sulfat dan alkohol keras, serta sesuai dengan jenis rambut kamu.
Memahami jenis dan penyebab rambut bercabang penting untuk mengambil langkah pencegahan dan perawatan yang tepat.
Meskipun rambut bercabang yang sudah ada tidak dapat diperbaiki tanpa dipotong, perawatan rutin dan kebiasaan yang benar dapat mencegahnya datang kembali dan menjaga rambut tetap sehat, kuat, serta terawat.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sunsilk.co.id, hellosehat.com, orami.co.id, detik.com, msglowid.com, cnnindonesia.com, alodokter.com, tempo.co.
