Senin, 07 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

5 Tips Jaga Rambut agar Tak Mudah Berketombe di Musim Hujan

✍️ Dewi 🕒 07 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
rambut ketombe
rambut ketombe Foto: freepik.com

Musim hujan seringkali menjadi pemicu ketombe karena suhu dingin dan kelembaban tinggi. Lima tips menjaga rambut dari ketombe meliputi perlindungan, kebersihan, penguatan kulit kepala, menghindari produk iritatif, dan gaya hidup sehat.

Lima tips efektif dapat membantu kamu menjaga rambut agar tidak mudah berketombe di musim hujan.

Kondisi suhu udara yang lebih dingin dan kelembaban yang meningkat pada musim ini dapat menjadi pemicu utama munculnya ketombe pada kulit kepala.

Ketombe bisa muncul dalam dua jenis, yaitu ketombe kering dan ketombe basah.

Ketombe kering sering disebabkan oleh kulit kepala yang rentan menjadi kering dan mengelupas akibat udara dingin dan lembab, sementara ketombe basah muncul dari kulit kepala yang didiamkan basah terlalu lama tanpa dikeringkan dengan baik, menyebabkan penumpukan kotoran dan minyak.

Beberapa faktor lain yang memicu masalah ini adalah pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan di kulit kepala, produksi minyak atau sebum yang berlebih, iritasi dari produk rambut, serta kebiasaan jarang keramas.

Stres juga dapat memperburuk kondisi kulit kepala karena menurunkan daya tahan tubuh.

1. Lindungi Kulit Kepala dan Keringkan Rambut dengan Benar

Musim hujan membawa suhu dingin dan kelembaban tinggi yang dapat memicu ketombe kering maupun basah. Air hujan juga bersifat asam dan berpotensi memperburuk masalah ketombe pada kulit kepala.

Selalu lindungi rambut dengan payung atau penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah paparan langsung.

Setelah keramas atau kehujanan, keringkan rambut secara menyeluruh. Hindari mengikat rambut saat masih basah karena dapat menciptakan lingkungan lembab yang disukai jamur penyebab ketombe.

Sebaiknya keringkan rambut dengan diangin-anginkan atau menepuknya lembut menggunakan handuk mikrofiber, serta hindari penggunaan pengering rambut dengan suhu tinggi yang dapat membuat kulit kepala kering.

2. Bersihkan Rambut dan Kulit Kepala Secara Rutin

Kulit kepala menjadi lebih rentan terhadap masalah ketombe di tengah kondisi udara yang lembab dan dingin.

Jarang keramas dapat menyebabkan penumpukan minyak berlebih dan sel kulit mati, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur.

Cuci rambut secara rutin, setidaknya 2-3 kali seminggu, untuk menghilangkan minyak, kotoran, dan serpihan ketombe.

Gunakan sampo anti-ketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, ketoconazole, selenium sulfida, atau tea tree oil yang terbukti efektif mengatasi ketombe.

Pijat kulit kepala dengan lembut menggunakan ujung jari saat keramas untuk melonggarkan serpihan dan meningkatkan sirkulasi darah, namun hindari menggosok terlalu keras yang bisa mengiritasi kulit kepala.

Bilas rambut hingga benar-benar bersih untuk menghindari sisa produk yang dapat memicu ketombe, dan gunakan air hangat atau suam-suam kuku saat keramas, diikuti bilasan akhir dengan air dingin untuk membantu menutup kutikula rambut.

3. Perkuat Scalp Barrier (Pertahanan Kulit Kepala)

Kulit kepala memiliki pertahanan alami yang disebut scalp barrier, yang lebih rentan dibandingkan kulit wajah. Gangguan pada scalp barrier ini dapat memicu ketombe yang datang terus-menerus dan sulit diatasi. Penting untuk menjaga kekuatan lapisan pelindung ini agar kulit kepala tetap sehat.

Kamu dapat menggunakan produk perawatan kulit kepala dan rambut dengan kandungan niacinamide untuk memperkuat scalp barrier. Niacinamide bermanfaat meningkatkan komponen penunjang pertahanan kulit kepala, membuatnya lebih kuat, memberikan nutrisi esensial, dan mengurangi peradangan untuk mencegah ketombe datang kembali.

4. Hindari Produk Rambut Mengiritasi dan Penataan Berlebihan

Beberapa produk perawatan rambut tertentu dapat menyebabkan iritasi dan memicu ketombe pada kulit kepala yang sensitif. Penggunaan alat styling panas secara berlebihan, seperti pengering rambut atau catokan, juga dapat mengeringkan kulit kepala dan memperburuk kondisi ketombe. Pilihlah produk perawatan rambut yang ringan, bebas dari bahan kimia keras seperti paraben dan SLS, serta menjaga keseimbangan pH kulit kepala.

Minimalisir penggunaan alat styling rambut panas untuk mengurangi risiko kulit kepala kering dan iritasi. Hindari model rambut yang rumit atau tertutup rapat karena dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel kulit mati. Penataan rambut yang terlalu sering atau ketat juga bisa menimbulkan tekanan pada kulit kepala, yang berpotensi memicu ketombe.

5. Jaga Pola Hidup Sehat dan Kelola Stres

Kesehatan rambut dan kulit kepala mencerminkan kesehatan internal tubuh secara keseluruhan. Stres yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi kulit, termasuk masalah ketombe.

Selain itu, kekurangan nutrisi tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan membuatnya lebih rentan terhadap ketombe.

Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, seperti sayuran hijau, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang kaya vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3.

Hindari makanan yang terlalu berlemak, berminyak, atau mengandung banyak gula, karena dapat memengaruhi produksi sebum.

Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi atau aktivitas yang kamu nikmati, sebab stres dapat memicu gejala dermatitis seboroik dan menurunkan daya tahan tubuh melawan jamur penyebab ketombe.

Ketombe adalah masalah kulit kepala umum yang tidak menular, namun dapat menurunkan rasa percaya diri dan menyebabkan gatal yang mengganggu.

Konsistensi dalam perawatan adalah kunci untuk mengatasi dan mencegah ketombe datang kembali.

Jika ketombe tidak membaik setelah beberapa minggu dengan perawatan rumahan, atau disertai gejala mengkhawatirkan lainnya seperti peradangan parah atau luka, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan penanganan yang lebih tepat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: suara.com, antaranews.com, kovermagz.com, aatmanhomoeopathy.com, halodoc.com, hellosehat.com, siloamhospitals.com, alodokter.com.

D
DewiRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update