Rabu, 09 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Masalah Rambut Berminyak di Musim Kemarau yang Perlu Diketahui

✍️ Dewi 🕒 09 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
berminyak-parapuan
berminyak-parapuan Foto: parapuan.co

Rambut berminyak di musim kemarau seringkali menimbulkan berbagai keluhan. Lima masalah utama yang umum terjadi meliputi rambut lepek, ketombe, kulit kepala gatal, bau apek, hingga jerawat.

5 masalah rambut berminyak seringkali mengganggu banyak orang, khususnya selama musim kemarau.

Rambut berminyak merupakan kondisi umum yang terjadi akibat produksi sebum berlebihan dari kelenjar minyak di kulit kepala.

Sebum sebenarnya penting untuk menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut serta melindunginya dari infeksi. Namun, produksi minyak yang berlebih dapat memicu berbagai persoalan.

Musim kemarau dengan cuaca panas dan keringat menjadi pemicu utama peningkatan produksi minyak.

Suhu tinggi, paparan sinar matahari, dan aktivitas fisik yang menyebabkan banyak keringat dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif.

Faktor genetik, perubahan hormon, stres, penggunaan produk rambut tidak tepat, kebiasaan keramas yang salah, serta sering menyentuh rambut juga berkontribusi pada rambut berminyak.

Berikut lima masalah rambut berminyak yang sering muncul di musim kemarau.

1. Rambut Cepat Lepek dan Kehilangan Volume

Rambut berminyak cenderung terlihat datar dan menempel di kulit kepala. Rambut juga terasa berat serta sulit mengembang atau diatur, meskipun baru saja keramas.

Di musim kemarau, kombinasi minyak berlebih dan keringat membuat rambut menjadi lebih berat.

Minyak melapisi setiap helai rambut, mengurangi gesekan antar helai, sehingga rambut tidak bisa mengembang dan cenderung jatuh lepek.

Kelembapan tinggi di udara juga dapat memperparah kondisi ini, membuat rambut terasa semakin berat dan kehilangan bentuknya.

2. Munculnya Ketombe dan Kulit Kepala Bersisik

Serpihan putih atau kekuningan di rambut dan bahu menjadi ciri khas masalah ini. Kulit kepala juga terasa gatal, terkadang disertai kemerahan.

Produksi minyak berlebih di kulit kepala menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia, salah satu penyebab umum ketombe. Minyak ini bercampur dengan sel kulit mati, keringat, dan kotoran, membentuk penumpukan yang kemudian mengelupas sebagai ketombe. Cuaca panas dan lembap di musim kemarau dapat mempercepat proses ini, membuat ketombe lebih mudah muncul dan sulit hilang.

3. Kulit Kepala Terasa Gatal dan Iritasi

Sensasi gatal yang mengganggu di kulit kepala seringkali muncul, terkadang disertai kemerahan atau rasa tidak nyaman.

Penumpukan minyak, keringat, debu, dan sel kulit mati di kulit kepala dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan iritasi.

Kondisi ini diperparah dengan adanya ketombe atau infeksi jamur yang sering menyertai rambut berminyak.

Menggaruk kulit kepala yang gatal justru dapat memperburuk iritasi dan bahkan memicu produksi minyak lebih banyak lagi.

4. Rambut Mengeluarkan Bau Tidak Sedap (Apek)

Rambut dan kulit kepala dapat mengeluarkan aroma kurang segar atau apek, terutama setelah beraktivitas atau memakai penutup kepala.

Minyak berlebih di kulit kepala, ketika bercampur dengan keringat dan bakteri, dapat teroksidasi dan menghasilkan bau tidak sedap.

Di musim kemarau, peningkatan keringat dan kelembapan, terutama jika memakai penutup kepala, mempercepat proses ini. Hal tersebut membuat rambut terasa tidak segar dan berbau apek lebih cepat.

5. Munculnya Jerawat di Kulit Kepala, Dahi, dan Leher

Terdapat benjolan kecil menyerupai jerawat di area kulit kepala, garis rambut dahi, atau leher.

Minyak berlebih dari kulit kepala dapat menyumbat pori-pori di area sekitarnya, seperti dahi dan leher.

Ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan kotoran, bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini yang bermanifestasi sebagai jerawat.

Mengatasi rambut berminyak di musim kemarau memerlukan kombinasi perawatan tepat dan perubahan kebiasaan sehari-hari.

Keramaslah secara rutin, bisa setiap hari atau satu hingga dua hari sekali, terutama jika kulit kepala berminyak atau banyak berkeringat.

Gunakan sampo khusus rambut berminyak yang bebas minyak, mengandung bahan seperti zinc pyrithione, asam salisilat, teh hijau, atau tea tree oil. Fokuskan sampo pada kulit kepala dan akar rambut, pijat lembut, serta bilas hingga benar-benar bersih dengan air dingin atau suam-suam kuku untuk menghindari stimulasi kelenjar minyak.

Aplikasikan kondisioner hanya pada bagian tengah hingga ujung rambut, hindari kulit kepala, dan bilas sampai bersih. Hal ini mencegah penumpukan produk yang membuat rambut lepek.

Hindari menyentuh rambut terlalu sering karena minyak dan kotoran dari tangan dapat berpindah ke rambut dan kulit kepala.

Bersihkan sisir secara rutin, minimal seminggu sekali, agar tidak memindahkan minyak dan kotoran kembali ke rambut. Dry shampoo bisa menjadi solusi cepat untuk menyerap minyak berlebih dan memberikan volume pada rambut saat tidak sempat keramas.

Batasi penggunaan produk styling dengan memilih formula ringan dan gunakan secukupnya. Pastikan rambut benar-benar kering sebelum memakai penutup kepala seperti hijab atau topi untuk mencegah kelembapan terperangkap dan memicu minyak. Mengelola stres juga penting karena dapat memengaruhi produksi hormon yang berkaitan dengan minyak di kulit kepala.

Lindungi rambut dari sinar matahari dengan menggunakan topi atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan. Ini mengurangi paparan langsung sinar matahari yang dapat memicu produksi minyak.

Jika masalah rambut berminyak tidak kunjung teratasi atau disertai gejala parah seperti ketombe membandel, gatal berlebihan, atau kerontokan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan profesional.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, siloamhospitals.com, cnfstore.com, halodoc.com, clearhaircare.com, alodokter.com, okezone.com, jawapos.com.

D
DewiRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update