Senin, 28 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

4 Tingkat Ketombe pada Rambut yang Wajib Kamu Kenali

✍️ Dewi 🕒 19 Sep 2026 👁️ 7x dibaca
ketombe9
ketombe9 Foto: diswaypekalongan.id

Kenali empat tingkat keparahan ketombe pada rambut, mulai dari ringan hingga yang membutuhkan penanganan medis, untuk menentukan solusi perawatan yang tepat.

4 tingkat keparahan ketombe pada rambut menjadi informasi penting yang perlu kamu pahami.

Ketombe, atau Pityriasis capitis, adalah kondisi kulit kepala dengan pengelupasan sel kulit mati berlebihan yang membentuk serpihan putih atau kekuningan.

Serpihan ini sering terlihat di rambut dan berjatuhan ke bahu.Selain serpihan, ketombe juga sering disertai rasa gatal pada kulit kepala, kulit bersisik, ruam, dan terkadang kulit terasa berminyak.

Kondisi kulit kepala ini umum, memengaruhi lebih dari 50% populasi dunia dan dapat terjadi pada siapa saja, meskipun lebih sering pada pria.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, ketombe dapat mengganggu penampilan, menurunkan rasa percaya diri, dan pada kasus parah bisa menyebabkan kerontokan rambut jika tidak diobati.

1. Ketombe Ringan

Ketombe ringan ditandai dengan serpihan berwarna putih yang berukuran kecil, halus, dan mudah rontok dari rambut atau pakaian.

Kulit kepala terasa kering, kencang, serta mengalami gatal ringan hingga sedang yang sesekali muncul.

Kondisi ini umum disebabkan oleh kekurangan kelembapan kulit kepala akibat udara dingin, dehidrasi, atau penggunaan produk rambut yang terlalu keras.

2. Ketombe Sedang

Pada tingkat sedang, serpihan ketombe berwarna kekuningan, berukuran lebih besar, dan cenderung lengket atau menempel pada rambut dan kulit kepala.

Kulit kepala akan terasa berminyak, lepek, dan gatal lebih sering atau intens.

Ketombe jenis ini umumnya dipicu oleh produksi sebum atau minyak alami berlebihan yang bereaksi dengan debu, kotoran, serta jamur Malassezia globosa.

3. Ketombe Parah

Ketombe parah menunjukkan serpihan banyak, tebal, dan membentuk kerak yang sulit dilepaskan dari kulit kepala.

Kulit kepala mungkin tampak kekuningan dan berminyak, disertai gatal intens dan sulit ditahan, serta kemerahan dan peradangan signifikan.

Tingkat ini dapat menyebabkan rambut rontok parah, pembengkakan pada kulit kepala, atau bahkan bau jamur pada kasus ekstrem, seringkali berkaitan dengan dermatitis seboroik yang lebih serius, psoriasis kulit kepala, atau eksim.

4. Ketombe dengan Komplikasi

Ketombe dengan komplikasi memerlukan penanganan medis karena tidak membaik setelah satu bulan penggunaan sampo antiketombe.

Gejala tambahan yang muncul bisa berupa luka, cairan, atau nanah dari kulit kepala, serta ketombe yang menyebar ke area lain seperti telinga, alis, hidung, atau dagu.

Kondisi ini mungkin menunjukkan bercak bersisik tebal, merah, dan perak yang terasa nyeri atau panas, seperti pada psoriasis kulit kepala.

Menggaruk berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Penyebab Umum Ketombe

Berbagai faktor dapat memicu atau memperparah ketombe pada rambut.

Salah satu penyebab utamanya adalah jamur Malassezia globosa yang hidup alami di kulit kepala dan memakan minyak.

Pertumbuhan berlebihannya dapat mengiritasi kulit kepala dan mempercepat pergantian sel kulit.Kulit kepala kering juga dapat menyebabkan ketombe, di mana kekurangan kelembapan membuat kulit mengelupas menjadi serpihan kecil dan kurang berminyak.

Sebaliknya, kulit kepala berminyak atau dermatitis seboroik memicu produksi sebum berlebih, menciptakan lingkungan ideal bagi jamur Malassezia yang ditandai dengan kulit merah, berminyak, dan sisik putih atau kuning.

Jarang keramas juga berkontribusi pada penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati di kulit kepala.Sensitivitas terhadap produk rambut tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan kimia dalam sampo, kondisioner, pewarna rambut, atau produk penataan rambut.

Stres diketahui dapat memperburuk gejala ketombe. Kondisi medis tertentu seperti psoriasis, eksim, atau dermatitis atopik juga dapat memicu atau memperparah ketombe.

Faktor lain termasuk perubahan hormon yang lebih sering terjadi pada pria, usia yang puncaknya pada paruh baya, serta iklim dingin, kering, atau lembap.

Solusi Mengatasi Ketombe

Mengatasi ketombe dapat dilakukan dengan beberapa langkah efektif.

Keramas teratur adalah kunci untuk membersihkan kulit kepala dari penumpukan minyak dan sel kulit mati, dengan frekuensi yang disesuaikan jenis kulit kepala, misalnya setiap hari untuk kulit berminyak.

Penggunaan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti pyrithione zinc, selenium sulfide, ketoconazole, atau piroctone olamine disarankan untuk mengendalikan jamur dan mengurangi pengelupasan.Saat keramas, pijat kulit kepala secara merata dan perlahan untuk membantu membersihkan serta meningkatkan sirkulasi darah.

Menyisir rambut secara teratur juga dapat membantu mengelupas kulit kepala secara alami dan meningkatkan sirkulasi.

Penting untuk menghindari produk pemicu iritasi dengan menghentikan penggunaan produk rambut yang menyebabkan gatal, kemerahan, atau memperburuk ketombe.Mengelola stres juga dapat membantu mengurangi perburukan gejala ketombe.

Beberapa perawatan alami seperti minyak pohon teh, lidah buaya, cuka sari apel, baking soda, atau minyak zaitun dapat menjadi pelengkap untuk menenangkan kulit kepala dan mengurangi gejala.

Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan mandiri, gatal parah, kulit kepala merah dan bengkak, muncul cairan atau nanah, atau rambut rontok parah, segera konsultasikan dengan dokter kulit.Mengenali tingkat keparahan ketombe adalah langkah penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan efektif.

Dengan pemahaman yang baik tentang gejala, penyebab, dan solusi, masalah ketombe dapat diatasi untuk mengembalikan kesehatan kulit kepala dan kepercayaan diri.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, halodoc.com, kumparan.com, alodokter.com, sakraworldhospital.com, kerastase.co.id, continentalhospitals.com, headandshoulders.co.id.

D
DewiRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update