Senin, 14 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

4 Jenis Rambut Rusak dan Solusi Perawatannya

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
patah
patah Foto: anddonehair.com

Kesehatan rambut penting dijaga. Mengenali empat jenis rambut rusak seperti kering kusam, bercabang, patah, dan rapuh adalah langkah awal untuk memberikan perawatan yang tepat.

4 jenis rambut rusak yang paling umum seringkali menjadi keluhan banyak orang, padahal rambut sering disebut sebagai mahkota yang penting dijaga kesehatan dan penampilannya.

Rambut rusak adalah kondisi ketika rambut kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya. Akibatnya, rambut tampak kusam, bercabang, mudah patah, serta sulit diatur.

Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga masalah kesehatan tertentu.

Mengenali jenis kerusakan rambut adalah langkah awal untuk memberikan perawatan yang tepat sebelum kondisi semakin parah.

1. Rambut Kering dan Kusam

Rambut kering dan kusam ditandai dengan hilangnya kilau alami. Rambut tampak suram, pudar, dan terasa kasar seperti jerami.

Kondisi ini juga membuat rambut mudah kusut, sulit diatur, serta warnanya bisa terlihat lebih gelap atau muncul semburat kekuningan.

Penyebab utamanya adalah kekurangan kelembapan alami karena rambut kehilangan minyak sebum. Paparan lingkungan seperti sinar ultraviolet (UV) berlebihan dari matahari dan polusi juga berkontribusi.

Penggunaan alat styling panas secara rutin seperti catok atau hair dryer dapat merusak protein alami dan menghilangkan kelembapan.

Selain itu, produk perawatan yang tidak sesuai atau kebiasaan keramas terlalu sering dapat mengikis minyak pelindung rambut.

Untuk mengatasi rambut kering dan kusam, menjaga kelembapan adalah kunci utama.

Kamu bisa menggunakan kondisioner setelah keramas dan masker rambut alami secara rutin, seperti dari minyak kelapa, madu, pisang, atau alpukat.

Batasi penggunaan alat styling panas dan biarkan rambut kering secara alami. Kamu bisa juga mengeringkan rambut dengan menepuk lembut handuk.

Penting untuk melindungi rambut dengan topi atau scarf saat beraktivitas di bawah sinar matahari langsung dan polusi. Pilihlah sampo bebas sulfat dan alkohol, serta kondisioner yang melembapkan.

Perbaiki kebiasaan keramas dengan air dingin atau normal, jangan terlalu sering. Selain perawatan dari luar, cukupi asupan nutrisi seimbang seperti protein, vitamin, dan mineral.

Pastikan juga untuk minum air putih yang cukup. Rutin memotong ujung rambut setiap 2-3 bulan atau 6-8 minggu dapat membantu menghilangkan bagian yang kering dan rusak.

Mengelola stres yang berkepanjangan juga penting karena dapat memengaruhi kesehatan rambut.

2. Rambut Bercabang (Split Ends)

Rambut bercabang memiliki ciri khas ujung rambut yang membelah menjadi dua atau lebih, menyerupai cabang. Kondisi ini terjadi karena lapisan pelindung rambut atau kutikula rusak.

Kerusakan kutikula membuat ujung rambut menjadi tajam dan saling bergesekan.

Penyebab utamanya meliputi penggunaan alat styling panas seperti hair dryer, catokan, dan curling iron yang terlalu sering.

Proses kimiawi seperti pewarnaan, pelurusan, bleaching, atau pengeritingan juga menggunakan bahan kimia kuat yang membuat batang rambut rapuh.

Kebiasaan perawatan yang kurang tepat, seperti jarang menggunakan kondisioner atau menyisir rambut saat masih basah, juga memperparah kondisi ini.

Menyisir berlebihan atau terlalu kasar, serta sering mengikat atau mengepang rambut, turut memicu kerusakan.

Untuk mengatasi rambut bercabang, cara termudah adalah menggunting ujung rambut secara rutin setiap 6-8 minggu. Ini akan menghilangkan bagian yang sudah terbelah.

Penting juga untuk menjaga kelembapan batang rambut dengan menggunakan kondisioner dan masker secara teratur.

Batasi penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi. Hindari perawatan kimia berlebihan dengan memberikan jeda antar perawatan.

Lindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung dengan topi atau produk ber-SPF saat di luar ruangan.

Sisir rambut secara perlahan dengan sisir bergigi jarang, terutama hindari menyisir saat rambut masih basah karena rambut lebih rapuh.

Terakhir, pastikan asupan nutrisi seimbang untuk mendukung kesehatan rambut dari dalam.

3. Rambut Patah (Hair Breakage)

Rambut patah ditandai dengan helai rambut yang terlepas atau patah di bagian batang. Kondisi ini berbeda dengan rambut rontok yang lepas dari akarnya.

Rambut patah seringkali disertai rambut kering dan kusut.

Kerusakan kutikula sebagai pelindung rambut menjadi salah satu penyebab utama rambut patah.

Penggunaan alat styling panas pada suhu tinggi di atas 125°C mengurangi kelembapan dan merusak minyak alami rambut. Kebiasaan menyisir rambut saat masih basah membuat rambut lebih rapuh.

Menyisir terlalu sering atau kasar, serta mengikat rambut terlalu kencang atau mengepang terlalu kuat, juga dapat memicu kondisi ini.

Untuk mengatasi rambut patah, hindari menyisir saat rambut masih basah. Keringkan rambut dengan menepuk lembut handuk, lalu sisir perlahan saat sudah setengah kering atau kering.

Gunakan sisir bergigi jarang.

Batasi frekuensi penggunaan alat styling panas. Hindari ikatan rambut yang terlalu ketat atau terlalu lama.

Penting untuk mencukupi nutrisi dengan mengonsumsi makanan kaya protein, zinc, zat besi, dan asam folat. Gunakan sampo dan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk rambut rapuh atau rusak.

Produk tersebut umumnya mengandung protein dan keratin. Hindari keramas dengan air panas; sebaiknya gunakan air hangat kuku atau air dingin.

4. Rambut Rapuh (Brittle Hair)

Rambut rapuh memiliki ciri-ciri terasa tipis, kurang kuat, dan mudah patah. Rambut juga rentan rusak secara keseluruhan.

Kondisi ini sering kali merupakan indikasi kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin D, dan zinc. Nutrisi ini esensial untuk pertumbuhan rambut.

Rambut yang kering cenderung lebih rapuh. Dehidrasi atau kurangnya asupan cairan tubuh juga dapat memperparah kondisi ini.

Paparan panas berlebih dari alat styling secara rutin serta penggunaan bahan kimia dari pewarnaan, pelurusan, atau pengeritingan dapat merusak lapisan pelindung rambut. Kerusakan ini membuat rambut menjadi rapuh.

Untuk mengatasi rambut rapuh, menjaga kelembapan adalah langkah krusial. Gunakan masker rambut alami atau produk perawatan yang memberikan kelembapan ekstra.

Batasi penggunaan alat styling panas dan hindari perawatan kimiawi berlebihan yang dapat merusak struktur rambut.

Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum air putih yang cukup setiap hari.

Cukupi asupan nutrisi penting melalui pola makan seimbang, terutama protein, vitamin, dan mineral yang esensial untuk kesehatan rambut.

Mengelola stres dengan baik juga penting, karena stres dapat memengaruhi kesehatan rambut secara keseluruhan dan membuatnya semakin rapuh.

Sebelum melakukan perawatan, pastikan kamu memeriksa informasi terkini mengenai produk atau metode yang akan digunakan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, okadoc.com, halodoc.com, clearhaircare.com, hellosehat.com, sunsilk.co.id, themensclinic.co.id, femaledaily.com.

D
DewiRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update