Selasa, 01 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

10 Penyebab Utama dan Cara Mengatasi Rambut Bercabang

✍️ Dewi 🕒 31 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
rambut bercabang
rambut bercabang Foto: lifestyle.fin.co.id

Rambut bercabang merupakan tanda kerusakan yang dapat diatasi dengan memahami 10 penyebab utamanya. Pelajari cara mencegah dan merawat rambut agar tetap sehat, kuat, dan bebas dari ujung yang terbelah.

Sepuluh faktor utama pemicu rambut bercabang seringkali menjadi indikasi kerusakan rambut yang perlu diatasi. Kondisi ini, yang secara medis dikenal sebagai trichoptilosis, umum terjadi ketika ujung helai rambut terbelah menjadi dua atau lebih, menunjukkan rambut yang kering, rapuh, dan berjumbai. Masalah ini dapat dialami siapa saja, terutama bagi pemilik rambut panjang atau mereka yang sering melakukan penataan dan perawatan dengan produk kimiawi. Memahami akar penyebab dan solusi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan serta keindahan rambut secara menyeluruh.

1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan

Panas berlebih dari alat seperti hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut dapat menghilangkan kelembapan alami, merusak lapisan pelindung (kutikula), serta mengubah struktur protein rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan ujungnya terbelah. Penggunaan berulang pada bagian yang sama memperparah kerusakan, sehingga pembatasan penggunaan maksimal 2-3 kali seminggu dan pemakaian produk pelindung panas (heat protectant) sebelum styling menjadi solusi penting.

2. Proses Kimiawi Rambut yang Berulang

Bahan kimia keras dalam pewarnaan, pelurusan, bleaching, atau pengeritingan rambut dapat merusak kutikula dan menghilangkan melanin, membuat batang rambut rapuh serta rentan bercabang. Melakukan proses kimiawi tanpa jeda yang cukup antar perawatan dapat memperburuk kondisi rambut. Penting untuk memberi jeda waktu yang memadai, misalnya dua minggu setelah pelurusan sebelum mewarnai, serta menggunakan produk perawatan yang diformulasikan khusus untuk rambut yang diproses kimia.

3. Paparan Sinar Matahari dan Polusi Lingkungan

Sinar UV dari matahari dapat merusak struktur protein rambut, menjadikannya kering dan mudah bercabang. Partikel polusi udara juga dapat merusak lapisan pelindung rambut, menyebabkan rambut kehilangan kelembapan, menjadi kusam, dan ujungnya terbelah. Untuk melindungi rambut, disarankan menggunakan pelindung kepala seperti topi atau scarf saat beraktivitas di luar ruangan dan memilih produk perawatan rambut yang mengandung perlindungan UV.

4. Cara Menyisir Rambut yang Salah atau Kasar

Rambut berada pada titik paling lemah saat basah, sehingga menyisir dengan kasar dapat menyebabkan gesekan berlebihan, merusak batang rambut, dan membuat ujungnya pecah atau terbelah.

Penggunaan sisir bergigi rapat juga dapat menarik rambut dan merusak kutikula pelindungnya.

Sebaiknya sisir rambut dengan lembut, mulai dari ujung ke pangkal menggunakan sisir bergigi jarang, terutama saat rambut masih basah, dan keringkan rambut dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk mikrofiber.

5. Kebiasaan Keramas yang Tidak Tepat

Keramas terlalu sering, seperti setiap hari, dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut yang penting untuk menjaga kelembapan, sehingga rambut menjadi kering dan memicu percabangan.

Sebaliknya, jarang keramas bisa menyebabkan penumpukan kotoran dan minyak, yang juga memperparah kerusakan rambut.

Dianjurkan untuk keramas dua hari sekali menggunakan sampo yang sesuai dengan jenis rambut dan selalu diikuti dengan penggunaan kondisioner untuk mengembalikan kelembapan, terutama pada ujung rambut.

6. Penggunaan Produk Perawatan Rambut yang Tidak Cocok atau Berbahan Keras

Produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, atau styling yang mengandung sulfat dan alkohol dapat membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya, menjadikannya kering, rapuh, dan rentan bercabang. Produk yang tidak sesuai dengan jenis atau masalah rambut juga dapat memperburuk kondisi yang ada. Pilihlah produk perawatan rambut yang bebas sulfat dan mengandung bahan alami seperti minyak argan, minyak kelapa, keratin, atau shea butter yang menutrisi dan melembapkan.

7. Mengikat Rambut Terlalu Kencang atau di Bagian yang Sama

Ikatan rambut yang terlalu kencang dapat menyebabkan tekanan berulang pada helai rambut, merusak kutikula, dan menghambat rambut untuk bernapas. Hal ini seringkali menyebabkan rambut mudah rontok, patah, kering, dan bercabang di area ikatan tersebut. Untuk mencegahnya, hindari mengikat rambut terlalu kencang, variasikan posisi ikatan rambut, dan gunakan ikat rambut yang lebih lembut seperti scrunchie.

8. Kurangnya Nutrisi Penting untuk Rambut

Rambut membutuhkan nutrisi dari dalam tubuh untuk tumbuh sehat dan kuat. Kekurangan protein, zat besi, zinc, vitamin B, omega-3, vitamin A, dan vitamin C dapat melemahkan struktur rambut, membuatnya rapuh, kusam, dan rentan bercabang. Penting untuk mencukupi asupan nutrisi rambut dengan mengonsumsi makanan laut, daging, telur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta buah dan sayuran yang kaya vitamin.

9. Dehidrasi Tubuh

Dehidrasi tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat membuat rambut menjadi kering dan rapuh dari dalam.

Rambut yang tidak terhidrasi dengan baik akan lebih mudah mengalami kerusakan dan percabangan pada ujungnya.

Pastikan untuk minum cukup air setiap hari untuk menjaga tubuh dan rambut tetap terhidrasi dengan baik, mendukung kekuatan dan elastisitas rambut.

10. Tidak Memotong Ujung Rambut Secara Rutin

Satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan rambut bercabang yang sudah ada adalah dengan memotong bagian ujung yang rusak.

Jika tidak dipotong, belahan pada ujung rambut dapat terus merambat naik ke sepanjang batang rambut, menyebabkan kerusakan yang lebih luas dan membuat rambut terlihat semakin tidak sehat.

Disarankan untuk menggunting ujung rambut secara rutin setiap 6-8 minggu sekali untuk menghilangkan bagian yang rusak dan merangsang pertumbuhan rambut yang lebih sehat dan kuat.

Masalah rambut bercabang adalah kondisi umum yang menjadi indikator adanya kerusakan pada struktur rambut.

Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada tampilan ujung rambut yang terbelah, tetapi juga mencakup rambut yang menjadi kering, kusam, rapuh, mudah patah, dan sulit diatur.

Pencegahan adalah kunci utama dalam mengatasi rambut bercabang, dan memahami penyebabnya, mulai dari kebiasaan penataan yang salah hingga kekurangan nutrisi, penting untuk mengambil langkah proaktif.

Menerapkan rutinitas perawatan rambut yang konsisten dan tepat, yang berfokus pada hidrasi, nutrisi, dan perlindungan eksternal, krusial untuk melindungi rambut dari kerusakan dan mencegah percabangan datang kembali.

Jika kondisi rambut tidak kunjung membaik, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli rambut karena bisa jadi merupakan tanda masalah kesehatan lain.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sunsilk.co.id, halodoc.com, cnfstore.com, okadoc.com, alodokter.com, reddit.com, hellosehat.com, kino.co.id.

D
DewiRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update